FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR
SEKOLAH TINGGI UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
KELOMPOK 6
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah syukur
selalu terucap untuk Allah Swt, yang tidak pernah lelah melimpahkan nikmatnya
kepada hambanya dalam menjalankan kewajibannya sebagai khalifah di bumi.
Shalawat dan salam teruntuk nabi Allah Muhammad Saw., manusia biasa yang
menjadi luar biasa karena kebiasaan-kebiasaannya, yang tentuya kita nantikan
syafa’at nya di hari akhir kelak.
Alhamdulillah pula
terucap atas terselesaikannya makalah kami yang berjudul faktor-faktor yang
mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Dalam hal ini, kami mengucapkan
terimakasih kepada,
1.
Ibu Ririanti Rachmayanie, S.Psi, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah psikologi
Belajar yang sudah membantu kami baik langsung ataupun tidak langsung.
2.
Teman-teman kelompok enam, yang telah bekera keras, sehingga
terselesaikannya makalah ini.
3.
Teman-teman kelas C semester I yang secara tidak langsung telah membantu
dalam penyelesaian makalah kami.
Akhirnya, harapan kami
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penyusun pada
khususnya. Dan kami sadar, tidak ada gading yang tak retak. Maka, kritik dan saran
kami harapkan untuk perbaikan kami kedepan dalam menyusun makalah.
BanjarBaru, Desember
2012
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
I.
PENDAHULUAN............................................................................................ 1
A. Latar
Belakang................................................................................................. 1
B. Tujuan............................................................................................................... 1
C. Manfaat
Penulisan............................................................................................ 2
D. Rumusan Masalah............................................................................................ 2
E. Metodelogi Penulisan....................................................................................... 2
II. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ........................................... 3
A. Faktor
Lingkungan................................................................................................ 4
B. Faktor
Instrumental............................................................................................... 5
C. Faktor
Fisiologis.................................................................................................... 7
D. Faktor
Psikologis................................................................................................... 8
III. PENUTUP...................................................................................................... 11
A. Kesimpulan............................................................................................................ 11
B. Saran..................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... iii
I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Penyusunan
Menurut Syai’ful Bahri
Djamarah (2002) dalam bukunya “Psikologi Belajar” pengertian belajar adalah
serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang
menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik[1][1].
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005) belajar artinya 1) berusaha
memperoleh kepandaian atau ilmu 2) berubah tingkah laku atau tangapan yang
disebabkan oleh pengalaman[2][2].
Dari beberapa pendapat
para ahli tentang pengertian belajar seperti dikemukakan di atas dapat dipahami
bahwa belajar adalah suatu kegiatan sadar yang dilakukan oleh seseorang atau
individu yang melibatkan unsur jasmani dan rohani untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku dan pengalaman hidupnya dari hasil interaksi dengan
lingkungannya.
Dari pengertian diatas,
ada hal yang harus digaris bawahi, yaitu memperoleh suatu perubahan tingkah
laku dan pengalaman hidupnya dari hasil interaksi dengan lingkungannya,
yang secara tidak langsung menjadi tujuan dari belajar itu sendiri. Yang
menjadi permasalahan adalah, apakah tujuan tersebut bisa dicapai hanya dengan
apa adanya. Ataukah ada faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Oleh karena itulah,
kami menyusun makalah ini guna memberikan informasi tentangg hasil belajar
serta faktor apa saja yang mempengaruhinya.
B.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan
ini adalah memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Tidak hanya itu,
tujuan yang lain adalah untuk memenuhi tugas mandiri (kelompok) mata kuliah
Psikologi Belajar PBA semester III.
C.
Manfaat Penulisan
Adapun setelah
disusunnya makalah ini, kami berharap dapat bermanfaat bagi pembaca sebagaiman
yang kami jadikan tujuan. Yakni memberikan informasi dan pengetahuan tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Serta terpenuhinya
tugas mandiri mata kuliah psikologi belajar.
D.
Rumusan Masalah
Dalam penyusunan
makalah ini, kami membatasi permasalahan yaitu,
“Apa saja faktor-faktor
yang mempengaruhi proses dan hasil belajar?”
“Seberapa berpengaruh
faktor-faktor tersebut untuk proses dan hasil belajar?”
E.
Metodelogi Penyusunan
Adapun metode yang
digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah studi pustaka. Yakni dengan
mengumpulkan sumber-sumber, baik dari buku ataupun internet tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar, yang kemudian kami
gambungkan menjadi satu dalm satu makalah.
II. FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PROSES DAN HASIL BELAJAR
Syaiful Bahri Djamarah
(2002:13) mengatakan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku dan pengalaman hidupnya dari hasil
interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan
psikomotor.
Perubahan yang terjadi
itu akibat dari kegiatan belajar. Yang telah dilakukan oleh individu. Perubahan
ini adalah hasil yang telah dicapai dari proses belajar. Jadi, untuk
mendapatkan hasil belajar dalam bentuk ‘perubahan’ harus melalui proses
tertentu yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam individu maupun luar individu.
Namun, proses disini tidak dapat dilihat karena bersifat psikologis. Hanya saja
dapat dilihat ketika seorang telah berhasil dalam belajar. Oleh karena itu,
proses telah terjadi dalam diri seseorang hanya dapat disimpulkan dari
hasilnya, karena aktifitas belajar yang telah dilakukannya[3][3]
Selain itu, Syaiful
Bahri Djamarah (2002: 142) menuliskan, menurut Noehi Nasution, dan kawan-kawan
(1993: 3) ada faktor lain yang ikut terlibat langsung didalam penentuan hasil
belajar, yakni sebagai berikut,
|
Environmental Input
|
|
Learning Teaching Process
|
|
Raw Input
|
|
Output
|
|
Instrumental Input
|
Gambar 1
Dari gambar diatas
dapat dijelaskan bahwa, masukan mentah (raw input) merupakan bahan pengalaman
belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (Learning teaching process)
dengan harapan dapat berubah menjadi keluaran (output) dengan kualifikasi
tertentu. Didalam proses belajar mengajar itu ikut berpengaruh sejumlah faktor
lingkungan yang merupakan masukan dari lingkungan (invironmental input) dan
sejumlah faktor instrumental (instrumental input) yang dengan sengaja dirancang
dan dimanipulasikan guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki.
Secara terperinci,
gambar diatas dapat diuraikan sebagai berikut.
Gambar 2
A.
Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan
bagian dari kehidupan anak didik. Didalamnyalah anak didik hidup dan
berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang disebut ekosistem. Selama hidup
anak didik tidak bisa menghindarkan diri dari lingkungan alami dan lingkungan
sosial budaya. Interaksi dari kedua lingkungan yang berbeda tersebut selalu
saja terjadi dalam mengisi kehidupan anak didik, yang keduanya sangat
berpengaruh terhadap belajar anak didik.
1.
Lingkungan Alami
Lingkungan alami adalah
lingkungan tempat tinggal anak didik, hidup, dan berusaha didalamnya. Dalam hal
ini keadaan suhu dan kelembaban udara sangat berpengaruh dalam belajar anak
didik. Anak didik akan belajar lebih baik dalam keadaan udara yang segar. Dari
kenyataan tersebut, orang cenderung akan lebih nyaman belajar ketika pagi hari,
selain karena daya serap ketika itu tinggi. Begitu pula di lingkungan kelas.
Suhu dan udara harus diperhatikan. Agar hasil belajar memuaskan. Karena belajar
dalam keadaan suhu panas, tidak akan maksimal[4][6].
2.
Lingkungan Sosial Budaya
Tidak bisa dipungkiri
bahwa manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Begitu pula
dengan anak didik. Mereka tidak akan terlepas dari interaksi sosial. Sebagai
contoh interaksi di sekolah, baik sesama teman, guru, dan sebagainya.
Pada lingkungan ini,
sekolah yang merupakan salah satu lingkungan sosial budaya bagi anak didik,
harus diterapkan sebuah peraturan yang jika dilanggar akan dikenakan sanksi
untuk anak didik. Hal ini dalam mendidik rasa tanggung jawab dan menghormati
peraturan.
Lalu, yang harus
diperhatikan dalam lingkungan sosial budaya ini adalah lingkungan dimana anak
didik belajar. Misalkan sekolah diusahakan jauh dari keramaian, seperti pabrik,
pasar, arus lalu lintas, bangunan dan sebagainya. Karena ini akan menyebabkan
anak didik tidak berkonsentrasi dalam belajar.
B.
Faktor Instrumental
1.
Kurikulum
Kurikulum adalah a
plan for learning yang merupakn unsur substansial dalam pendidikan. Tanpa
kurikulum belajar mengajar tidak dapat berlangsung, karena materi yang akan
disampaikan dalam pembelajaran harus direncanakan terlebih dahulu. Dan
perencanaan tersebut termasuk dalam kurikulum, yang mana seorang guru harus
mempelajari dan menjabarkan isi kurikulum kedalam program yang lebih rinci dan
jelas sasarannya. Sehingga dapat diukur dan diketahui dengan pasti tingkat
keberhasilan belajar mengajar yang dilaksanakan.
Muatan kurikulum akan
mempengaruhi intensitas dan frekuensi belajar anak didik. Karena guru harus
berusaha semaksimal mungkin untuk ketercapaian kurikulum. Misalkan, jumlah
tatap muka, metode, dan sebagainya harus dilakukan sesuai dengan kurikulum.
Jadi, kurikulum diakui dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak didik[5][7].
2.
Program
Setiap sekolah
mempunyai program pendidikan yang disusun untuk dijalankan untuk kemajuan
pendidikan. Keberhasilan pendidikan disekolah tergantung dengan baik tidaknya
program yang dirancang. Perbedaan kualitas program pun akan membedakan kualitas
pengajaran.
Salah satu program yang
dipandang harus dilakukan adalah program bimbingan dan penyuluhan. Karena
program ini mempunyai andil besar dalam keberhasilan belajar anak di sekolah.
karena tidak sedikit anak yang mengalami kesulitan atau permasalahan dalam
belajar. Dengan program bimbingan dan penyuluhan inilah anak didik akan bisa
memecahkan apa yang menjadi permasalahannya.
3.
Sarana dan Fasilitas
Sarana mempunyai arti
penting dalam pendidikan. Gedung sekolah misalnya sebagai tempat yang strategis
bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar disekolah. Jumlah ruang kelas pun
harus menyesuaikan peserta didik. Karena jika anak didik lebih banyak dari pada
jumlah kelas, akan terjadi banyak masalah, yang tentunya akan berpengaruh pada
hasil belajar anak.
Selain fasilitas,
sarana pun tidak boleh diabaikan. Misalkan perpustakaan. Lengkap tidaknya buku
di sekolah tersebut akan menentukan hasil belajar anak didik. Karena
perpustakaan adalah laboratoriun ilmu yang merupakan sahabat karib anak didik[6][8].
Selain itu fasilitas
yang digunakan guru dalam pengajaranpun harus diperhatikan. Misalkan LCD dan
sebagainya. Karena ini akan memudahkan dalam pembelajaran.
4.
Guru
Guru adalah unsur manusiawi
dalam pendidikan. Maka, kehadiran guru mutlak didalamnya. Kalau hanya ada anak
didik, tanpa guru tidak akan terjadi kegiatan belajar mengajar disekolah.
Jangankan tanpa guru, kekurangan guru saja akan menjadi masalah[7][9].
Tetapi, harus
diperhatikan juga guru yang seperti apa yang bisa menyukseskan belajar anak.
Karena guru haruslah memenuhi syarat-syarat menjadi guru. Dia harus
berpengetahuan tinggi, profesional, paham psikologi anak didik, dan sebagainya.
Karena guru yang berkualitas, akan menentukan kualitas anak didik.
C.
Faktor Kondisi Fisiologis
1.
Keadaan Fisik
Syaiful Bahri Djamarah
(2002: 155) mengatakan, menurut Noehi Nasution (1993: 6) Pada umumnya kondisi
fisiologis sangat berpengaruh terhadap kemampuan belahjar seseorang. Orang yang
dalam keadaan segar jasmaninya akan berlainan belajarnya dengan orang yang
sedang sakit atau kelelahan. Anak-anak yang kekurangan gizi, ternyata kemampuan
belajarnya dibawah anak-anak yang tercukupi gizinya; mereka akan lekas lelah,
mudah mengantuk, dan sukar menerima pelajaran.
2.
Komdisi Panca Indra
Tidak kalah penting,
kondisi panca indra juga sangat mempengaruhi belajar siswa. Terutama mata
sebagai alat melihat dan telinga sebagai alat mendengar. Karena sebagian besar
anak belajar dengan membaca, mendenggar, dan melakukan observasi dan
sebagainya. Jika panca indra terganggu, ini akan mempengaruhi hasil belajar dan
proses belajar anak didik.
D.
Faktor Psikologis
1.
Minat
Syaiful Bahri Djamarah
(2002: 157) mengatakan bahwa menurut Slameto (1991: 182) Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh[8][10].
Biasanya, anak yang
minat terhadap suatu kegiatan atau hal, dia cenderung akan lebih cepat
memahaminya. Misalkan, jika minatnya di matematika, dia akan cenderung bernilai
tinggi di mata pelajaran tersebut. Maka, tugas seotrang guru harus menjadi
fasilitator yang baik dalam hal ini. Karena akan berdampak dalam proses dan
hasil belajar siswa.
2.
Kecerdasan
Raden Cahaya Prabu,
seorang ahli berkeyakinan bahwa perkembangan taraf intelegensi anak berkembang
pesat pada usia balita dan mulai menetap pada akhir masa remaja.
Tingkat kecerdasan
diakui sangat menentukan keberhasilan belajar anak didik. Karena anak didik
yang mempunyai tingkat intelegensi tinggi umumnya mudah belajar dan hasilnya
pun cenderung baik, begitu sebaliknya.
Berbagai hasil
penelitian telah menunjukkan hubungan erat antara IQ dengan hasil belajar anak
didik. Dijelaskan dari IQ, sekitas 25% hasil belajar disekolah dapat dijelaskan
dari IQ, yaitu kecerdasan sebagiman diukur oleh tes intelegensi. Oleh karena
itu, anak yang mempunyai tingkat kecerdasan dari 90-100, cenderung akan
menyelesaikan sekolah dasar tanpa kesukaran[9][11].
3.
Motivasi
Motivasi adalah kondisi
psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi, motivasi
belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar[10][12].
Mengingat motivasi
adalah motor penggerak dalam perbuatan, maka bila ada anak didik yang kurang
memiliki motivasi , diperlukan dorongan dari luar, agar anak didik mempunyai
motivasi belajar. Karena ketika motivasi belajar anak tinggi, akan menentukan
hasil yang dcapai.
4.
Kemampuan Kognitif
Dalam dunia pendidikan,
ada tiga tujuan untama yang arus dicapai. Yaitu, kognitif, afektif, dan
psikomotor. Kognitif adalah kemampuan yang selalu dituntut untuk dikuasai anak
didik, karena menjadi dasar bagi penguasaan ilmu pengetahuan.
Adapun tiga kemampuan
yang harus dikuasai sebagai jembatan penguasaan kemampuan kognitif adalah,
persepsi, mengingat, dan berfikir. Adapun persepsi adalah proses yang
menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Melalui inilah,
manusia terus melakukan hubungan dengan lingkungan.
Sedangkan mengingat
adalah suatu aktivitas kognitif, dimana orang menyadari bahwa pengetahuannya
dari masa lampau atau berasal dari pesan-pesan dari masa lampau. Dan berfikir
adalah kelangsungan tanggapan yang dibarengi dengan sikap pasif dari subjek
yang berfikir[11][13]
III. PPENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari simpulan-simpulan
diatas, dapat disimpulkan bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan
hasil belajar anak didik adalah,
1.
Faktor lingkungan
Meliputi lingkungan
alami dan lingkungan sosial budaya.
2.
Faktor Instrumental
Meliputi, kurikulum,
program, sarana dan fasilitas, dan Guru.
3.
Faktor Fisiologis
Meliputi, kondisi fisik
dan panca indra.
4.
Faktor Psikologis
Meliputi minat,
kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan kognitif.
Yang jika faktor-faktor
ini terpenuhi, hasil belajar anak didik akan memuaskan.
B.
Saran
Setelah
terselesaikannya makalah kami, besar harapan kami agar makalah kami bermanfaat
bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Akhirnya, kritik dan
saran yang membangun sangat kami nantikan untuk perbaikan kami kedepan dalam
penyusunan makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri Djamarah, Syaiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Purwanto, Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan.
Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Google.com
[1][1]
Drs. Syaiful Bahri Djamarah. Prikologi Belajar. (Jakarta, Rineka
Cipta,2002) hal. 13
[2][2]
KBBI. hal. ...
[3][3]
Drs, Syaiful Bahri Djamarah. Psikologi Belajar. (Jakarta, Rineka Cipta,
2002), hal. 141
[4][6]
Drs, Syaiful Bahri Djamarah. Psikologi Belajar. (Jakarta, Rineka Cipta,
2002), hal. 143-144
[5][7]
Ibid. hal. 147
[6][8]
Ibid, hal. 150
[7][9]
Ibid. hal. 152
[8][10]
Ibid.hal.157
[9][11]
Ibid.hal. 165
[10][12]
Ibid.hal.167
[11][13]
Ibid. 168-170
Tidak ada komentar:
Posting Komentar